Kamis, 21 Agustus 2008

ANALISIS SEBARAN PENDIDIKAN MENENGAH UNTUK MENDUKUNG KEBIJAKAN MASTER PLAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN JOMBANG

A. Latar Belakang
Era globalisasi, demokratisasi, reformasi dan otonomi daerah saat ini, tuntutan akan perubahan dan kompetensi semakin terasa di semua sisi kehidupan. Tuntutan perubahan dan kompetensi tersebut juga terjadi didunia pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki: (1) kekuatan spiritual keagamaan; (2) pengendalian diri; (3) kepribadian; (4) kecerdasan; (5) akhlak mulia; dan (6) ketrampilan.
Kondisi pendidikan di Indonesia sampai saat ini belum menggembirakan dan belum tertata secara optimal. Berdasarkan survai UNDP tahun 2000 menempatkan bangsa Indinesia di peringkat 46 dari 47 negara dalam kategori daya saing. Posisi yang lain jika di tinjau dari Human Development Indeks (HDI), Indonesia berada pada urutan ke 109 dari 174 negara. Sedangkan BPS memprediksi angka penganguran terdidik dari tahun ke tahun semakin meningkat.
Permasalahan pendidikan yang terjadi secara nasional juga terjadi di wilayah Kabupaten Jombang. Data yang ada menunjukkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Jombang tahun 2005 berada pada rentang 6,07 – 8,44 tahun. Kecamatan dengan rata-rata lama sekolah tertinggi berada di Kecamatan Jombang (8,44 tahun), sedangkan kecamatan dengan rata-rata lama sekolah terendah adalah Kecamatan Bareng (6,07 tahun). Angka melek huruf (kemampuan baca tulis penduduk dengan umur 10 tahun ke atas) di Kabupaten Jombang sebesar 89,74% sedang sisanya 10,26% masih buta huruf. Kecamatan dengan angka melek huruf tertinggi adalah Kecamatan Jombang (93,13%), sedangkan kecamatan dengan indeks melek huruf terendah adalah Kecamatan Plandaan (84,01%).
Untuk menjawab tantangan dan permasalah di atas, maka perlu perencanaan ulang master plan pendidikan khususnya pendidikan menengah. Perencanaan master plan pendidikan ini dapat dijabarkan melalui kebijakan pendidikan, baik kebijakan pusat maupun daerah.
Untuk mendukung perencanaan master plan pendidikan menengah di Kabupaten Jombang diperlukan kajian tentang sarana pendidikan menengah, sebaran sarana pendidikan menengah, kebutuhan guru, keterpaduan antara stakeholder pendidikan di Kabupaten Jombang. Dengan demikian permasalahan pendidikan yang ada di Kabupaten Jombang dapat ditangani secara optimal dalam rangka mewujudkan amanah Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

B. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah yang dimunculkan dalam penelitian ini antara lain:
1. Semakin banyaknya pengangguran yang berlatar belakang pendidikan menengah (data menyusul)
2. Sebaran sarana pendidikan menengah yang masih belum optimal
3. Belum terintegrasikannya perencanaan maser plan pendidikan menengah dalam kebijakan pendidikan

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian ini adalah:
1. Bagaimana sebaran sarana pendidikan menengah di Kabupaten Jombang ?
2. Bagaimana tingkat pelayanan pendidikan menengah di Kabupaten Jombang ?
3. Bagaimana kebijakan master plan pendidikan menengah di Kabupaten Jombang ?

D. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir penelitian ini di mulai dari uraian latar belakang yang mengerucut dengan teridentifikasikannya beberapa masalah yang dihadapi di wilayah penelitian. Identifikasi masalah ini dijadikan landasan untuk merumuskan masalah penelitian yang dibatasi menjadi tiga rumusan masalah. Masalah satu dan dua dengan menggunakan tinjauan teori yang relevan di analisis terlebih dahulu. Hasil analisis masalah satu dan dua dijadilan landasan untuk menganalisis masalah tiga dengan didukung landasan teori yang relevan. Hasil analisis secara keseluruhan dijadikan acuan untuk membuat kesimpulan. Selanjutnya kerangka berpikir ini dapat digambarkan melalui diagram alir berikut ini:

Tabel 1 : Diagram alir kerangka berpikir

Tidak ada komentar: